Thursday, 30 April 2015

adab-adab tayyamum



                        Adab-adab yang dilaksankan para imam yang berjama’ah
Sikap ma’mum jama’ah
            Hendaklah para ma’mum bersatu hati dengan imam, yakni merasa senang dikarnakan imam adalah semisal kepala perangkatan dalam menghadap allah.
            Adab-adab ma’mum sebelum bertakbir
1.     Hendaklah para ma’mum  membaca dikala duduk menanti sholat:tasbieh, tahliel, tahmied, takbier, istigfar masing-masing sepuluh kali. Kemudian membaca:
رب اعو ذبك  من همزا ت الشيا طين واعوا ذبك رب من ان يحضرون.
Wahai tuhanku.!!! Aku berlindung dengan engkau dari garisan syaitan dan ak berlindungg kepadamu wahai tuhhanku, dari kehadiran syaitan-syaitan itu “(H.R ibnu sunny dan abu dawud)”
Duduk menanti sholat itu hendaklah dengan tenang  dan tunduk karna duduk enanti sholat di pandangg sebagai dalam sholat dan sebagai sholat juga.
2.      Hendaklah para ma’mum(jika berada di dalam masjid)berdiri untuk mengerjakan sholat di kal bacaan iqomat sampai pada: “Qad qomatissolah
Di riwayatkan oleh ibnu mundhirdari anas r.a bahwasanya  beliu itu berdiri untuk sholat, adalah ketika muaddin membaca “qod qomatissholah”
3.      Hendaklah para ma’mum berdidri dengan tenang dan khuudlu’ diri kepada allah SWT. Serta membaca apabila telah tegak dam shaf:
اللهم اتني افضل ما تؤتي عبدك الصلحين
Wahai tuhank..!! limpahkanlah kepadaku seutama-utama yang engkauu berikan kepada hambamu yang shalih. “(H.R nasa-y dan ibnu sunny dari sa’ad ibn abi waqqos)”
4.      Hendaknya para ma’mum meluruskan shaf dan menyuusunnya dengan teratur, beradu bahu dengan bahu, jangan biarkan shaf tersebut lapang-lapang, atau tidak lempang.
5.      Hendaklahh para ma’mum memenuhi shaf satu demi satu, dimlai dengan yang pertama, yang kedua dan seterusnya dan shaf tersebut di buat dari tengah ke tepi.
6.      Hendaklah para ma’mum melemahkan dirinya apabila temannya menariknya untuk kebaikan dan kesempurnaann shalat.
7.      Hendaklah para ma’mummengigat benar-benar bahwa kebaikann shaf, adalah dari kesempurnaan sholat.


Kewajiaban membetulkan shaf, ketamaan shaf pertama dan shaf sebelah kanannya.
Nabi saw bersabda:
اتمواا لصفوفوحاذو ابين  المنا كب وسدو االخلل. ولينوا بأيداخوا نكم ولا تدروا فرجات الشيطان ومن وصل صفا، وصله اللهً ،ومن قطع صفًاً قطعه الله.
Dirikanlah shaf, dan sejajarkanlah bahu, dan tutupilah tempat yang lapang, dan lembtknlah dirimu apabila di tarik oleh tangan-tangan saudara-saudaramu, dan janganlah kamu  biarkan lapngan saytan. Barang siapa menyambuung shaf , niscaya allah menyambuungnya dan barang siapa memotong shaf , niscaya allah memotongnya (perhuubungan dengannya). “H.R daud, dan abu umar: taishinul wusul 2 : 273)”.
Artinya.           Samaratakanlah shafmu, karena menyamratakan shaf itu dari kesempurnaan shalat “ ( H.R bukhary muslim dari anas, taishinul wusul 2 :
Al bukhary dan ibnu hazm menetapkan: bahwa meluruskan shaf adalah wajib, bukan suatu sunnah yang di katakana jumhur ulama’
Artinya : sebaik-baik kamu, ialah orang yang paling lembut pundak-pundaknya dalam sholat, dan taka da suatu langkah yang lebih besar pahala, dari langkah yang dilakukan seorang untuk pergi ke tempat yang lapang dalam shaf untuk menutupinya. “(H.R. al bazzar, dari Abdullah ibnu umar : at-targieb 1 : 20)
            Hadis ini menyuruh kita burlaku tenang dan khusuk dalam shaf, apabila kita di tarik orang untuk bershaf bersama dia, hendaklah kita menuruti tarika tersebut. Demikiaanlah perkerti mu’min hayyinun, layyinun, aisaar, an dawu karam. (mudah di tuntun dalam kebenaran dan mudah tangan).


            Susunan shaf.
Nabi bersabda:
اتمو االصف المقد  ثم الذي يليه, فما كان من نقص فليكن في الصف المؤ خر.
Artinya: sempernakanlah shaf yang dimuka, kemudian yang mengiringinya, jika ada yang kurang hendaklah (yang kurang itu), pada shaf yang akhir. “(H.R. ahmad abu dawud : jamieg shaghier 1:7)
Hendaklah seorang laki-laki yang telah mukallaf berdiri di barusan muka, sedudah itu kanak-kanak dan sesudah itu wanita.
Di beritahukan oleh abu mas’ud al badry, katany.
كان رسو ل الله يمسح منا كبنا في الصلاه ويقول.استووالا تختلفوا فتختلف قلو بكم ليلني منكم اولواالا حلام والنهي ثم الذين يلو نهم ثم الذين يلو نهم.
Adalah rasulloh menyapu pundak-pundak kami dalam sholat(mensejajarkan pundak-pundakkami di kala membetulkan shaf untuk bersholat) seraya bersabda. Luruskan shaf, janganlah berselisih-selisih(satu maju emuka dan yang lain mundur kebelakang) yang menyebabkan bberselisih hatimu. Hendaklah berdiri lang langsung di belakang orang-orang yang mempunyai akal dan kepandaian, kemudian orang yang dibawahnya dan kemudian orang yang dibawahnya. “ (H.R. muslim, abu dawud atturmudy, taisierul whusul 2 : 270).       
            Keutamaan shaf pertama.
                            لو  يعلم اللنااس ما فى انداء واللصف الاول ثم لم يججدوااءلا يستهموالا استهموا
Sekiranya manusia mengtahui keutamaan yang ada dalam adan dan yang di dalam di shaf pertama, tetapi mereka tidak memperolehnya kalau bukan untuk melakuka undian, tentulah mereka melakukan undian tersebut. “(H.R. al bukhary, muslim ahmad, an nasay dari abu hurairah : jami’ shaghier 2 : 132).
            Keutamaanshaf sebelah kanan
Bersabda nabi saw:
ان الله وملا ئكته ييصلوان ميي من الصف.
Sesunggungnya allah dan para malaikatnya bersolawat atas shaf-shaf sebelaha kanan. “(H.R. abu david dan ibnu majah, dari aisyah : jami’ shogier 1 : 73)

            Adab-adab ma’mum dalam sholat
1.      Hendaklah para ma’mum membaca takbirotul ikhrom, setelah nyata benar bahwa imam telah selesai membacanya.
2.      Hendaklah para ma’mum mendengarkan segala macam bacaan yang di jaharkan(jelas), dan hendaklah para ma’mum membaca al-fatihah sendiri-sendiri (dalam hatinya), beserta dengan imam membacanya.
            Kata setengah ulam’ : tidak sah sholat melainkan membaca al-fatihah pada tiap-tiap raka’at. Itulah huku pokok. Akan tetapi para ma’mum dibebaskan mereka dari membaca al-fatihah dan diwajibkan mendengarkan serta memperhatikan ma’nanya, mengigat hadis:
اذا كبرا الامام ففكبروا واذاا ققرراء فاءنصتوا.
Apabila imam bertakbir, bertkbirlah kamu dan apabila imam membaca maka berdiamlah kamu serta perhatikan bacaannya. “(H.R. muslim, dari abu hurairah : al muntaqa 1 : 384)
3.      Hendaklah para ma’mum membaca “amien” bersama dengan imam, jangan ma’mum mebaca dulu sebelum imam.
4.      Hendaklah para ma’mum mengerjakan ruku’ sesudah imam mengerjakannya, yakni sesudah selesai membaca takbiratul intiqol dan telah tunduk menyamakan kepalanya dengan belakangnya, barulah ma’mum mengerjakan ruku’.
5.      Hedaklah para ma’mum menyuarakan takbiratul intiqol dengan suara rendah.
6.      Hendaklah para ma’mum melakukan I’tidal, setelah selesai imam mengangkat kepalanya dan setelah selesai membca “sami’allahuliman hamidah”.
7.      Hendaklah para ma’mum  turun bersujud, setelah imam meletakkna dahinya di tempat sujud.
8.      Hendaklah para ma’mum bagkit ke roka’at kedua dari sujudnya, sesudah imam tegak berdiri. Ini, jika imam tidak duduk istirahat. Jika imam duduk istirahat maka ma’mum bangkit dari sujudnya sesudah imam tegak dari duduk dan sehabis dari bunyi takbirnya.
9.      Hendaklah para ma’mum memberi ingat kepada imamnya, apabila imamnya lupa ayat atau kalimat dari surat yang dibacanya. Apabila imam lupa perbuatan, maka para ma’mum memberi ingat dengan tasbieh, jika yang memberi ingat ma’mum laki-laki : dan dengan menepuk tangan, jika yang memberi ingat ma’mum perempuan. Dalam pada itu, boleh juga ma’mum perempuan memberi ingat dengan tasbieh juga.
10.  Hendaklah para ma’mum mengulangii kembali keruku’ dan ke sujud, jika ia ruku’ dan bersujud sebelum imam. Sesungguhnya di tengah ma’mum mendahului imam pada ruku’ dan sujud, mengingat hadits Nabi;
انما جعل الامام ليؤ تم به, فاذاكبر فكبروا, واذا رفع  فارفعوا, واذا صلى  جا لسا فصلوا جلوسا.
Hanya saja di jadika imam untuk di ikuti karena itu apabila imam akan bertakbir, maka bertakbirlah kamu dan apabila imam telah mengangkat kepalanya maka angkatlah kepalamu, dan apabila imam sholat dengan duduk, maka bersolatlah kamu dengan berduduk pula. “(H.R.bukhary dan muslim dari abu hurayrah : taisierul whusul 2: 273)
            Adab-adab bersama (imam dan ma’mum).
1.      Hendaklah imam dan ma’mum menghilangkan sebab-sebab permusuhan; masing-masing mereka mengulurkan tali mahabbah supaya mereka berharap pada allah.
2.      Hendaknya mereka saling ridho-meridhoi karena terkadang sempurna sholat seorang lantaran selainnya.
3.      Hendaklah mereka itu mengenang dikala berdiri kepada sholat akan masa mereka berdiri dari kuburnya di hari qiamat, akan masa berkumpul di padang mahsyar, agar ebih khusu’.
HUKUM MA’MUM MASBUQ DAN CARA-CARA DIA MENGIKUTI IMAM
1.      Apabila seorang ma’mum datang ke suatu masjid dimana masjid tersebut tedapat suatu jamaahdan mendapati imam telah sholat, hendaklah ma’mum tersebut masuk da mengiikuti/menuruti imam.
Hal ini mengingat hadis nabi:
اذا اتى احدكم  الصصلاة والاامامع على حال فليصنع كما يصنع الامام.
Apabila kamu datang kepada sholat, sedang imam dalam suatu keadaan, maka hendaklah kamu berbuat apa yang diperbuat imam.”(H.R. at turmudzy dari ali, attaysir 2 : 273)

No comments:

Post a Comment