Adab-adab
yang dilaksankan para imam yang berjama’ah
Sikap ma’mum jama’ah
Hendaklah
para ma’mum bersatu hati dengan imam, yakni merasa senang dikarnakan imam
adalah semisal kepala perangkatan dalam menghadap allah.
Adab-adab
ma’mum sebelum bertakbir
1. Hendaklah
para ma’mum membaca dikala duduk menanti
sholat:tasbieh, tahliel, tahmied,
takbier, istigfar masing-masing sepuluh kali. Kemudian membaca:
رب اعو ذبك من
همزا ت الشيا طين واعوا ذبك رب من ان يحضرون.
Wahai tuhanku.!!! Aku berlindung
dengan engkau dari garisan syaitan dan ak berlindungg kepadamu wahai tuhhanku,
dari kehadiran syaitan-syaitan itu “(H.R ibnu sunny dan abu dawud)”
Duduk
menanti sholat itu hendaklah dengan tenang
dan tunduk karna duduk enanti sholat di pandangg sebagai dalam sholat dan
sebagai sholat juga.
2. Hendaklah
para ma’mum(jika berada di dalam masjid)berdiri untuk mengerjakan sholat di kal
bacaan iqomat sampai pada: “Qad
qomatissolah”
Di riwayatkan oleh ibnu mundhirdari
anas r.a bahwasanya beliu itu berdiri
untuk sholat, adalah ketika muaddin membaca “qod qomatissholah”
3.
Hendaklah para ma’mum berdidri dengan
tenang dan khuudlu’ diri kepada allah SWT. Serta membaca apabila telah tegak
dam shaf:
اللهم اتني افضل ما تؤتي عبدك الصلحين
Wahai tuhank..!! limpahkanlah
kepadaku seutama-utama yang engkauu berikan kepada hambamu yang shalih. “(H.R nasa-y dan ibnu sunny dari sa’ad ibn abi
waqqos)”
4. Hendaknya
para ma’mum meluruskan shaf dan menyuusunnya dengan teratur, beradu bahu dengan
bahu, jangan biarkan shaf tersebut lapang-lapang, atau tidak lempang.
5. Hendaklahh
para ma’mum memenuhi shaf satu demi satu, dimlai dengan yang pertama, yang
kedua dan seterusnya dan shaf tersebut di buat dari tengah ke tepi.
6. Hendaklah
para ma’mum melemahkan dirinya apabila temannya menariknya untuk kebaikan dan
kesempurnaann shalat.
7. Hendaklah
para ma’mummengigat benar-benar bahwa kebaikann shaf, adalah dari kesempurnaan
sholat.
Kewajiaban
membetulkan shaf, ketamaan shaf pertama dan shaf sebelah kanannya.
Nabi saw bersabda:
اتمواا لصفوفوحاذو ابين المنا كب وسدو االخلل. ولينوا بأيداخوا نكم ولا
تدروا فرجات الشيطان ومن وصل صفا، وصله اللهً ،ومن قطع صفًاً قطعه الله.
Dirikanlah shaf, dan sejajarkanlah
bahu, dan tutupilah tempat yang lapang, dan lembtknlah dirimu apabila di tarik
oleh tangan-tangan saudara-saudaramu, dan janganlah kamu biarkan lapngan saytan. Barang siapa
menyambuung shaf , niscaya allah menyambuungnya dan barang siapa memotong shaf
, niscaya allah memotongnya (perhuubungan dengannya). “H.R daud, dan abu umar:
taishinul wusul 2 : 273)”.
Artinya. Samaratakanlah shafmu, karena menyamratakan shaf itu dari
kesempurnaan shalat “ ( H.R bukhary muslim dari anas, taishinul wusul 2 :
Al bukhary dan ibnu hazm
menetapkan: bahwa meluruskan shaf adalah wajib, bukan suatu sunnah yang di
katakana jumhur ulama’
Artinya : sebaik-baik kamu, ialah
orang yang paling lembut pundak-pundaknya dalam sholat, dan taka da suatu
langkah yang lebih besar pahala, dari langkah yang dilakukan seorang untuk
pergi ke tempat yang lapang dalam shaf untuk menutupinya. “(H.R. al bazzar,
dari Abdullah ibnu umar : at-targieb 1 : 20)
Hadis
ini menyuruh kita burlaku tenang dan khusuk dalam shaf, apabila kita di tarik
orang untuk bershaf bersama dia, hendaklah kita menuruti tarika tersebut.
Demikiaanlah perkerti mu’min hayyinun, layyinun, aisaar, an dawu karam. (mudah di tuntun dalam kebenaran dan mudah
tangan).
Susunan shaf.
Nabi bersabda:
اتمو االصف المقد
ثم الذي يليه, فما كان من نقص فليكن في الصف المؤ خر.
Artinya: sempernakanlah shaf yang dimuka,
kemudian yang mengiringinya, jika ada yang kurang hendaklah (yang kurang itu),
pada shaf yang akhir. “(H.R. ahmad abu
dawud : jamieg shaghier 1:7)
Hendaklah seorang laki-laki yang
telah mukallaf berdiri di barusan muka, sedudah itu kanak-kanak dan sesudah itu
wanita.
Di beritahukan oleh abu mas’ud al
badry, katany.
كان رسو ل الله يمسح منا كبنا في الصلاه
ويقول.استووالا تختلفوا فتختلف قلو بكم ليلني منكم اولواالا حلام والنهي ثم الذين
يلو نهم ثم الذين يلو نهم.
Adalah rasulloh menyapu
pundak-pundak kami dalam sholat(mensejajarkan pundak-pundakkami di kala
membetulkan shaf untuk bersholat) seraya bersabda. Luruskan shaf, janganlah
berselisih-selisih(satu maju emuka dan yang lain mundur kebelakang) yang
menyebabkan bberselisih hatimu. Hendaklah berdiri lang langsung di belakang
orang-orang yang mempunyai akal dan kepandaian, kemudian orang yang dibawahnya
dan kemudian orang yang dibawahnya. “ (H.R. muslim, abu dawud atturmudy,
taisierul whusul 2 : 270).
Keutamaan shaf
pertama.
لو يعلم اللنااس ما فى انداء واللصف الاول ثم لم
يججدوااءلا يستهموالا استهموا
Sekiranya
manusia mengtahui keutamaan yang ada dalam adan dan yang di dalam di shaf
pertama, tetapi mereka tidak memperolehnya kalau bukan untuk melakuka undian,
tentulah mereka melakukan undian tersebut. “(H.R. al bukhary, muslim ahmad, an
nasay dari abu hurairah : jami’ shaghier 2 : 132).
Keutamaanshaf sebelah kanan
Bersabda
nabi saw:
ان الله وملا
ئكته ييصلوان ميي من الصف.
Sesunggungnya
allah dan para malaikatnya bersolawat atas shaf-shaf sebelaha kanan. “(H.R. abu
david dan ibnu majah, dari aisyah : jami’ shogier 1 : 73)
Adab-adab ma’mum dalam sholat
1. Hendaklah
para ma’mum membaca takbirotul ikhrom, setelah nyata benar bahwa imam telah
selesai membacanya.
2. Hendaklah
para ma’mum mendengarkan segala macam bacaan yang di jaharkan(jelas), dan
hendaklah para ma’mum membaca al-fatihah sendiri-sendiri (dalam hatinya),
beserta dengan imam membacanya.
Kata setengah ulam’ : tidak sah
sholat melainkan membaca al-fatihah pada tiap-tiap raka’at. Itulah huku pokok.
Akan tetapi para ma’mum dibebaskan mereka dari membaca al-fatihah dan
diwajibkan mendengarkan serta memperhatikan ma’nanya, mengigat hadis:
اذا كبرا الامام
ففكبروا واذاا ققرراء فاءنصتوا.
Apabila
imam bertakbir, bertkbirlah kamu dan apabila imam membaca maka berdiamlah kamu
serta perhatikan bacaannya. “(H.R. muslim, dari abu hurairah : al muntaqa 1 :
384)
3. Hendaklah
para ma’mum membaca “amien” bersama dengan imam, jangan ma’mum mebaca dulu
sebelum imam.
4. Hendaklah
para ma’mum mengerjakan ruku’ sesudah imam mengerjakannya, yakni sesudah
selesai membaca takbiratul intiqol dan telah tunduk menyamakan kepalanya dengan
belakangnya, barulah ma’mum mengerjakan ruku’.
5. Hedaklah
para ma’mum menyuarakan takbiratul intiqol dengan suara rendah.
6. Hendaklah
para ma’mum melakukan I’tidal, setelah selesai imam mengangkat kepalanya dan
setelah selesai membca “sami’allahuliman hamidah”.
7. Hendaklah
para ma’mum turun bersujud, setelah imam
meletakkna dahinya di tempat sujud.
8. Hendaklah
para ma’mum bagkit ke roka’at kedua dari sujudnya, sesudah imam tegak berdiri.
Ini, jika imam tidak duduk istirahat. Jika imam duduk istirahat maka ma’mum
bangkit dari sujudnya sesudah imam tegak dari duduk dan sehabis dari bunyi
takbirnya.
9. Hendaklah
para ma’mum memberi ingat kepada imamnya, apabila imamnya lupa ayat atau
kalimat dari surat yang dibacanya. Apabila imam lupa perbuatan, maka para
ma’mum memberi ingat dengan tasbieh, jika yang memberi ingat ma’mum laki-laki :
dan dengan menepuk tangan, jika yang memberi ingat ma’mum perempuan. Dalam pada
itu, boleh juga ma’mum perempuan memberi ingat dengan tasbieh juga.
10. Hendaklah
para ma’mum mengulangii kembali keruku’ dan ke sujud, jika ia ruku’ dan
bersujud sebelum imam. Sesungguhnya di tengah ma’mum mendahului imam pada ruku’
dan sujud, mengingat hadits Nabi;
انما
جعل الامام ليؤ تم به, فاذاكبر فكبروا, واذا رفع
فارفعوا, واذا صلى جا لسا فصلوا
جلوسا.
Hanya
saja di jadika imam untuk di ikuti karena itu apabila imam akan bertakbir, maka
bertakbirlah kamu dan apabila imam telah mengangkat kepalanya maka angkatlah
kepalamu, dan apabila imam sholat dengan duduk, maka bersolatlah kamu dengan
berduduk pula. “(H.R.bukhary dan muslim dari abu hurayrah : taisierul whusul 2:
273)
Adab-adab bersama (imam dan
ma’mum).
1. Hendaklah
imam dan ma’mum menghilangkan sebab-sebab permusuhan; masing-masing mereka
mengulurkan tali mahabbah supaya mereka berharap pada allah.
2. Hendaknya
mereka saling ridho-meridhoi karena terkadang sempurna sholat seorang lantaran
selainnya.
3. Hendaklah
mereka itu mengenang dikala berdiri kepada sholat akan masa mereka berdiri dari
kuburnya di hari qiamat, akan masa berkumpul di padang mahsyar, agar ebih
khusu’.
HUKUM
MA’MUM MASBUQ DAN CARA-CARA DIA MENGIKUTI IMAM
1. Apabila
seorang ma’mum datang ke suatu masjid dimana masjid tersebut tedapat suatu jamaahdan
mendapati imam telah sholat, hendaklah ma’mum tersebut masuk da
mengiikuti/menuruti imam.
Hal
ini mengingat hadis nabi:
اذا اتى
احدكم الصصلاة والاامامع على حال فليصنع
كما يصنع الامام.
Apabila
kamu datang kepada sholat, sedang imam dalam suatu keadaan, maka hendaklah kamu
berbuat apa yang diperbuat imam.”(H.R. at turmudzy dari ali, attaysir 2 : 273)
No comments:
Post a Comment