PENERAPAN PROGRAM JUM’AT TAQWA UNTUK MENINGKATKAN AKHLAQ PESERTA DIDIK KELAS XII MADRASAH ALIYAH
YASRAMA PATRANG JEMBER TAHUN PELAJARAN 2016/17
PROPOSAL
PENELITIAN
Oleh:
IMAM SYAHRONI H
NIM: 084131124
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
JURUSAN PENDIDIKAN ISLAM
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER
Januari, 2017
A. Judul Penelitian
PENERAPAN PROGRAM JUM’AT TAQWA UNTUK MENINGKATKAN AKHLAQ PESERTA DIDIK KELAS
XII MADRASAH ALIYAH YASRAMA PATRANG JEMBER TAHUN PELAJARAN 2016/17.
B. Latar Belakang
Pendidikan agama Islam adalah suatu sistem yang lengkap dengan
sistematika yang terdiri atas teori, praktik, metode, nilai dan
pengorganisasian yang saling berhubungan melalui kerja sama yang harmonis dalam
konsepsi tentang Allah, alam semesta, manusia dan masyarakat.[1]
Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurkan akhlak
manusia, akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam, akhlak adalah
keadaan yang melekat pada jiwa manusia yang melahirkan perbuatan, mungkin baik
atau buruk.[2]
Pembahasan tentang Jum’at Taqwa masih sangatlah sulit, karna masih
jarang di amalkan di daerah lain, Jum’at Taqwa sendiri sama seperti metode
pondok pesantren, hanya saja pada Jum’at Taqwa siswa Madrasah AliyahYasrama
hanya 24 jam menginap (sehari semalam) bagi Peserta Didik kelas 3 Madrasah
Aliyah Yasrama.
Dalam Jum’at Taqwa banyak di singgung beberapa materi tentang agama
terutama materi pendidikan untuk
mencetak genarasi yang berakhlaq Al-quran dan Al-Hadist, agar siap untuk
terjun di masyarakat juga di tekankan pada Jum’at Taqwa tersebut ada materi
Fiqh dan Akhlaq mulai dari kajian kitab kuning sampai mempraktekkan secara
langsung misalnya:
Sholat berjamaah, Sholat Tahajjud berjamaah, Tadarus al-qur’an, Sholawat,
Kajian kitab kuning (fathul qorib), Tausiyah (ceramah agama), Bersih-bersih, dll
Dalam Akhlaq juga banyak di singgung tentang : Berakhlaq kepada
allah, berkahlaq kepada rasullah, Akhlaq pribadi, Akhlaq dalam keluarga, Akhlaq
bermasyrakat, Akhlaq bernegara.[3]
Akhlaq kepada allah, Akhlaq kepada manusia, dan berakhlaq kepada
lingkungan.[4]
Jum’at taqwa atau pesantren kilat adalah salah satu sarana untuk
mengembangkan pemahaman terhadap ilmu agama, khususnya ilmu fiqh yang sangat di
tekankan di karnakan fiqh digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dinamakan
pesanteren kilat karena pesantren ini hanya dalaksanakan atau dilakukan hanya
pada hari jum’at sore sampai sabtu sore dan berlangsung 1 x 24 jam atau hanya sehari
semalam dua pekan.
Juma’at taqwa atau pesanteren kilat juga memberlakukan system
seperti pondok pesantren dan memiliki ciri- ciri sebagaqi berikut:
Adanya hubungan akrab antara sesama murid dan kiayi.
a. Tunduknya santri
pada kiyai.
b. Hidup hemat dan sederhana
benar-benar dilakukan.
c. Semangat menolong
diri sendiri amatlah terasa di dalamnya, misalnya, membersihkan kamar sendiri.
Mencuci baju sendiri dan memasak masakan untuk diri sendiri.
d. Jiwa tolong
menolong.
e. Berani menderita
untuk mencapai suatu tujuan yang sama.[5]
Program Jum’at Taqwa tersebut bertujuan untuk meningkatkan
keilmuan, akhlaqul karimah dan materi Fiqh pada siswa Madrasah Aliyah Yasrama seperti yang di jelaskan dalam al-qur’an
surat al-mujadalah ayat 11:
$pkr'¯»ttûïÏ%©!$#(#þqãZtB#uä#sÎ)@Ï%öNä3s9(#qßs¡¡xÿs?ÎûħÎ=»yfyJø9$#(#qßs|¡øù$$sùËx|¡øÿtª!$#öNä3s9(#sÎ)ur@Ï%(#râà±S$#(#râà±S$$sùÆìsùötª!$#tûïÏ%©!$#(#qãZtB#uäöNä3ZÏBtûïÏ%©!$#ur(#qè?ré&zOù=Ïèø9$#;M»y_uy4ª!$#ur$yJÎ/tbqè=yJ÷ès?×Î7yzÇÊÊÈ
Hai orang-orang
beriman apabila kamu dikatakan padamu: "Berlapang-lapanglah dalam
majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa
yang kamu kerjakan.
Ayat di atas menjelaskan bahwa apabila di antara kita menuntut ilmu
maka janji allah akan meninggikan derajat kita seperti derajat orang-orang yang
beriman pada allah, seperti yang dilakukan di Madrasah AliyahYasrama kelas III.
Dalam 24 jam (sehari semalam) siswa Madrasah AliyahYasrama kelas
III di godok seperti halnya pondok pesantren yaitu di antaranya seperti sholat berjamaah,
tadarus bersama, kajian kitab kuning, sholat tahajjud berjamaah dll.
Dalam kajian kitab kuning tersebut merupakan budaya pesantren yaitu
budaya religius, sikap, perilaku, pembiasaan, penghayatan, dan pendalaman yang
berkembang dan perilaku di lingkungan masyarakat[6]
Dalam program tersebut juga mendidik siswa Madrasah AliyahYasrama
kelas III untuk belajar mandiri seperti halnya pondok pesantren seperti masak
sendiri dll, seperti yang sudah di ajarkan nabi Muhammad kaepada kita dalam
hadistnya
عن أبي عبد الله الزبير بن العوام رضي الله
عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لأن يأخذ أحدكم أحبله ثم يأتي الجبل،
فيأتي بحزمةٍ من حطبٍ على ظهره فيبيعها، فيكف الله بها وجهه، خيرٌ له من أن يسأل
الناس، أعطوه أو منعوه. رواه البخاري.
Artinya “ Dari Abu Abdillah yaitu az-Zubair bin al-Awwam r.a.,
katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Niscayalah jikalau seseorang dari engkau
semua itu mengambil tali-talinya – untuk mengikat – lalu ia datang di gunung,
kemudian ia datang kembali – di negerinya – dengan membawa sebongkokan kayu
bakar di atas punggungnya, lalu menjualnya,kemudian dengan cara sedemikian itu
Allah menahan wajahnya – yakni dicukupi kebutuhannya, maka hal yang semacam itu
adalah lebih baik baginya daripada meminta-minta sesuatu pada orang-orang, baik
mereka itu suka memberinya atau menolaknya.” (Riwayat Bukhari)
Dalam hadist tersebut, Nabi Muhammad SAW telah cukup menjelaskan
bahwasanya betapa pentingnya hidup mandiri seperti yang telah diadakan di
YASRAMA oleh siswa Madrasah AliyahYasrama kelas III tersebut.
C.
Fokus Penelitian
1.
Fokus Masalah
1)
Bagaimana
Penerapan Program Jum’at Taqwa Untuk Meningkatkan Kepribadian Islami Peserta
Didik Kelas Xii Madrasah Aliyah Yasrama Patrang Jember Tahun Pelajaran 2016/17?
2)
Bagaimana
pelaksanaan Program Jum’at Taqwa Untuk
Meningkatkan Kepribadian Islami Peserta Didik Kelas Xii Madrasah Aliyah Yasrama
Patrang Jember Tahun Pelajaran 2016/17?
D.
Tujuan Penelitian
1)
Untuk
mendiskripsikan bagaimana pelaksanaan Program jum’at Taqwa pada Peserta Didik
di Madrasah Aliyah Yasrama
2)
Menjelaskan bagaimana
efektifitas pembelajaran jum’at Taqwa pada Peserta Didik di Madrasah Aliyah Yasrama
E.
Manfaat Penelitian
Dalam kegiatan
apapun pasti mempunyai manfaat yang positif yang diharapkan setelah adanya
penelitian ini, maka dari itu penulis membagi manfaat menjadi dua, yaitu
manfaat teoritis dan manfaat praktis :
1)
Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan
demi kemajuan dan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya mengenai Penguatan
materi Fiqh dalam program Jum’at Taqwa dalam meningkatkan keimanaan pada allah SWT
dan siap di terjunkan Pada Masyarakat dengan bekal Ilmu tersebut.
2)
Manfaat Praktis
a. Bagi peneliti
1.
Penelitian ini diharapkan menambah khazanah keilmuan bagi peneliti,
khususnya pada pelaksanaan program Jum’at Taqwa dalam meningkatkan keIlmuan
Fiqh peserta didik
2.
Hasil penelitian ini
digunakan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana strata satu
(S1) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu keguruan Program Studi Pendidikan Agama Islam
di IAIN Jember.
b.
Bagi IAIN Jember
1.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi dalam mewarnai nuansa ilmiah khususnya dalam bidang
riset/penelitian.
2.
Serta menambah koleksi literatur/referensi
diperpustakaan.
c.
Bagi seluruh
warga Yasra\ma.
1.
Untuk menambah
khazanah keilmuan bagi seluruh warga Yasrama khususnya guru, staf dan siswa
tentang pembelajaran Materi Fiqh melalui program Jum’at Taqwa.
2.
Selain itu, manfaat juga diharapkan juga dapat dirasakan oleh
peserta didik.
F.
Definisi Istilah
1.
Jum’at Taqwa
Jum’at Taqwa juga bisa disebut sebagai
pengjian bersama atau istigosah, akan tetapi Jum’at Taqwa lebih mentitikberatkan
pada pendidikan moral,etika/Akhlaq.
Karna dalam Jum’at Taqwa peserta didik
untuk memaksimalkan amalan atau berperilaku baik semata-mata mempersiapkan
peserta didik untuk terjun pada masyarakat nanti.
G.
Kajian Kepustakaan
1.
Kajian Terdahulu
Salah satu bagian terpenting untuk dikerjakan oleh seorang peneliti
adalah penelusuran pustaka. Dalam penelitian, kegiatan penelusuran pustaka
bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai penelitian-penelitian yang
dikerjakan oleh peneliti terdahulu.
Sehingga akan dapat ditemukan mengenai posisi penelitian yang akan
dilakukan, selain itu bertujuan untuk menghindari adanya duplikasi yang tidak
diinginkan. Oleh karena itu, perlu memunculkan beberapa penelitian terdahulu
diantaranya :
a. Lailatul happy dian
agustin, mahasiswi iain jember 2012, pembinaan akhlaq bagi peserta didik
berbasis pesantren (studi kasus di MTs “unggulan” nurul Islam (NURIS) jember)
tahun ajaran 2012/2013.
2.
Kajian Teori
1.
Konsep Akhlak
a) Definisi
Akhlak
Menurut etimologis, akhlak berasal dari kata Khalaqa yang berarti mencipta, atau membuat. Akhlak kata yang
berbentuk mufrad, jamaknya Khuluqun
yang memiliki arti perangai, tabiat, adat.[7]
Sedangkan secara terminologis, akhlak menurut Imam Ghazali dalam
kitabnya Ihya’ Ulum ad-Din pada
bukunya Muhammad Alim adalah gambaran tingkah laku dalam jiwa yang lahir
perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.[8] Akhlak biasanya dikaitkan
dengan perbuatan yang baik atau buruk.
Akhlak yang baik (akhlakul
karimah) adalah perilaku yang sesuai dengan aturan ajaran Islam. Sedangkan
akhlak yang buruk (akhlakul mazmumah)
adalah perilaku yang tidak sesuai dengan aturan ajaran Islam.
b) Dalil
tentang akhlak
øÎ)ur$tRõs{r&t,»sVÏBûÓÍ_t/@ÏäÂuó Î)wtbrßç7÷ès?wÎ)©!$#È
ûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur$ZR$|¡ômÎ)Ïur4n1öà)ø9$#4yJ»tGuø9$#urÈûüÅ6»|¡uKø9$#u
(#qä9qè%urĨ$¨Y=Ï9$YZó¡ãm(#qßJÏ%r&urno4qn=¢Á9$#(#qè?#uäurno4q2¨9$#
§NèOóOçFø©9uqs?wÎ)WxÎ=s%öNà6ZÏiBOçFRr&urcqàÊÌ÷èBÇÑÌÈ
83.
dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah
kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum
kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata
yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. kemudian
kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu
selalu berpaling.
Arti ayat di atas adalah dimna kita di
larang menyembah selain Allah. Dan berbuat baik dalam garis besarnya kita
berakhalaq atau bertingkah laku baik bagi semua orang terutama kepeda orang tua
kita sendiri.
w¨b£ßJs?y7øt^øtã4n<Î)$tB$uZ÷èGtBÿ¾ÏmÎ/$[_ºurør&óOßg÷YÏiBwur÷
btøtrBöNÍkön=tãôÙÏÿ÷z$#ury7yn$uZy_tûüÏZÏB÷sßJù=Ï9ÇÑÑÈ
88.
janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang
telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir
itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah
kamu terhadap orang-orang yang beriman.
2.
Macam-macam akhlak
Akhlak secara etimologi berasal dari
kata Khalaqa yang kata asalnya Khuluqun yang berarti perangai, tabiat,
adat. Jadi, secara etimologi akhlak itu berarti perangai, adat, tabiat atau
sistem perilaku yang dibuat tanpa pikir panjang.[9]
Pejelasan akhlak
tertuang didalam ayat Al-Qur’an sebagai berikut.
*}§ø©9§É9ø9$#br&(#q9uqè?öNä3ydqã_ãr@t6Ï%É-Îô³yJø9$#É>ÌøóyJø9$#ur£`Å3»s9ur§É9ø9$#ô`tBz`tB#uä«!$$Î/ÏQöquø9$#urÌÅzFy$#Ïpx6Í´¯»n=yJø9$#urÉ=»tGÅ3ø9$#urz`¿ÍhÎ;¨Z9$#urtA#uäurtA$yJø9$#4n?tã¾ÏmÎm6ãmÍrs4n1öà)ø9$#4yJ»tGuø9$#urtûüÅ3»|¡yJø9$#urtûøó$#urÈ@Î6¡¡9$#tû,Î#ͬ!$¡¡9$#urÎûurÅU$s%Ìh9$#uQ$s%r&urno4qn=¢Á9$#tA#uäurno4q2¨9$#cqèùqßJø9$#uröNÏdÏôgyèÎ/#sÎ)(#rßyg»tã(tûïÎÉ9»¢Á9$#urÎûÏä!$yù't7ø9$#Ïä!#§Ø9$#urtûüÏnurĨù't7ø9$#3y7Í´¯»s9'ré&tûïÏ%©!$#(#qè%y|¹(y7Í´¯»s9'ré&urãNèdtbqà)GßJø9$#ÇÊÐÐÈ
Artinya:
“bukanlah
menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi
Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian,
malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya
kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang
memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan)
hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang
menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam
kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang
benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.”[10]
Tingkah laku seseorang adalah sikap
seseorang yang dimaninfestasikan ke dalam perbuatannya. Meskipun akhlak
tersebut tidak diaplikasikan pada perbuatan secara fisik tetapi juga dapat
dilihat dari bari bagai mana manusia menerapkan akidah pada kehidupannya,
seperti bersabar ketika diberi cobaan dan bersyukur ketika mendapat nikmat.[11]
Akhlak dibagi menjadi tiga, berikut
penjelasannya.
a) Akhlak
kepada Allah
Akhlak
kepada Allah dapat diartikan sebagai sikap atau perbuatan yang seharusnya
dilakukan oleh manusia sebagai makhluk-Nya, kepada Allah sebagai Khaliq. Banyak
cara yang dapat dilakukan dalam berakhlak kepada Allah, seperti iman kepada
Allah, ikhlas dalam beribadah, dan bersyukur atas pemberian-Nya.[12]
Didalam
Al-Qur’an dijelaskan.
...tûïÉ©9$#ur(#þqãZtB#uäx©r&${6ãm°!3 ....
Artinya:”Adapun orang-orang yang beriman
Amat sangat cintanya kepada Allah”.[13]
Tujuan Allah mengadakan dan menjadikan
manusia di muka bumi ini ialah agar manusia itu mengabdi kepada Allah atau
menjadi pengabdi Allah.
Mengabdi kepada Allah berarti menurut
apasaja yang di kehendaki Allah, apasaja yang di kehendaki Allah maka itu pula
yang harus di kehendaki oleh hamba Allah. Dan apasaja yang di benci Allah maka,
maka itu pula yang harus di benci oleh pengabdi Allah.
Pengabdi Allah itu memperbuat apa saja
yang menyenangkan Allah. Oleh karna itu pengabdi Allah adalah pelayan Allah,
dan menurut serta apapun perintahnya. Itulah pandangan Islam dalam berAkhlq
kepada Allah.[14]
Sebgaimana pemberitahuan dalam Al-qur’an
:
$tBuràMø)n=yz£`Ågø:$#}§RM}$#urwÎ)Èbrßç7÷èuÏ9ÇÎÏÈ
56.
dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi
kepada-Ku.[15]
Seseorang
mencintai Allah karena dia tau bahwa Allah lah yang menciptakan semua alam dan
yang telah memberikan segala keperluan dari manusia sehingga kita dapat hidup
nyaman didunia. Manusia bertaqwa adalah bentuk ketaqwaannya kepada Allah yang
maha Pengasih dan maha Penyayang.[16]
b) Akhlak
kepada sesama manusia
Manusia
adalah makhluk sosial yang kelanjutan eksistensinya secara fungsional dan
optimal banyak bergantung pada orang lain, untuk itu, perlu adanya kerja sama
dan tolong-menolong dengan sesamanya. Islam menganjurkan pada umatnya untuk
berakhlak baik kepada saudaranya. Karena masyarakat berjasa dalam
mendewasakannya, caranya dapat dilakukan dengan memuliakan, memberi bantuan,
pertolongan dan menghargai mereka.[17]
Yang termaktub dalam ayat berikut.
*(#rßç6ôã$#ur©!$#wur(#qä.Îô³è@¾ÏmÎ/$\«øx©(Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur$YZ»|¡ômÎ)ÉÎ/ur4n1öà)ø9$#4yJ»tGuø9$#urÈûüÅ3»|¡yJø9$#urÍ$pgø:$#urÏ4n1öà)ø9$#Í$pgø:$#urÉ=ãYàfø9$#É=Ïm$¢Á9$#urÉ=/Zyfø9$$Î/Èûøó$#urÈ@Î6¡¡9$#$tBurôMs3n=tBöNä3ãZ»yJ÷r&3¨bÎ)©!$#w=Ïtä`tBtb%2Zw$tFøèC#·qãsùÇÌÏÈ
Artinya:“Sembahlah
Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat
baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang
miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu
sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
sombong dan membangga-banggakan diri.
Karna
Allah menciptakan manusia sebagai penenrima dan pelaksana ajarannya dan karena
itu manusia ditempatkan pada kedudukan yang mulia dari biologis dan dari
psikolagisnya. Sebagai makhluk mulia manusia diciptakan sebagaimana di
jelasakan dalam Al-qur’an
*ôs)s9ur$oYøB§x.ûÓÍ_t/tPy#uäöNßg»oYù=uHxqurÎûÎhy9ø9$#Ìóst7ø9$#urNßg»oYø%yuur
ÆÏiBÏM»t7Íh©Ü9$#óOßg»uZù=Òsùur4n?tã9ÏV2ô`£JÏiB$oYø)n=yzWxÅÒøÿs?ÇÐÉÈ
dan
Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan
dan di lautan(1), Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan
mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami
ciptakan.
(1)Maksudnya:
Allah memudahkan bagi anak Adam pengangkutan-pengangkutan di daratan dan di
lautan untuk memperoleh penghidupan.[18]
Di
samping manusia di beri julukan yang mulia, maka manusia diciptakannya pula
dengan bentuk fisik yang harmonis dan bagus, sebagaimana firman Allah :
ôs)s9$uZø)n=y{z`»|¡SM}$#þÎûÇ`|¡ômr&5OÈqø)s?ÇÍÈ
4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya .
Oleh
Allah kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada sesama manusia baik itu
kerabat kita, tetangga, teman sejawat,orang miskin maupun anak yatim. Kita
tidak boleh menyakiti sesama muslim dan tidak tidak boleh membeda-bedakan
setiap orang hanya karena kaya dan miskinnya orang tersebut karena kita
sama-sama manusia yang saling membutuhkan satu dengan yang lain. Sehingga kita
harus selalu mengasihani satu sama lain.
c) Akhlak
terhadap lingkungan
Yang dimaksud dengan lingkungan disini
adalah segala sesuatu yang ada disekitar manusia, baik binatang, tumbuhan,
maupun benda-benda tak bernyawa. Pada
dasarnya akhlak yang diajarkan Al-Qur’an terhadap lingkungan bersumber dari
fungsi manusia sebagai khalifah.
Kekhalifahan menuntut adanya interaksi
manusia dengan sesamanya dan terhadap alam sekitar. Kekhalifahan mengandung
arti pengayoman, pemeliharaan, serta bimbingan, agar setiap makhluk mencapai
tujuan penciptanya.[19]
Oleh karena itu setiap orang harus
menjaga alam sekitar karena termasuk dalam tanggung jawab kita sebagai khalifah
dimuka bumi ini.
Semua ini berhungan dengan semua yang
ada di dalam alam, seperti bumi,tumbuh-tumbuhan, Air dan lain-lain. Kerena
objek dan semuanya itu di peruntukkan demi keuntunga kita sebagai manusia, maka
berakhlaq pada lingkungan pun wajib bagi kita sebagai khalifah di bumi ini. Tingkah
laku kita atau Akhlaq kita pada lingkungan adalah sebuah jalan atau cara kita
bertaqwa,beriman dan berakhlaq kepada Allah.[20]
3.
Teori tentang
Jum’at Taqwa
a.
Pengertian
Jum’at Taqwa
Jum’at Taqwa
adalah program yang diadakan oleh madrasah Aliyah Yasrama untuk mengikut
sartakan para peserta didiknya dalam kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan peserta didik seputar pendidikan Islam, lebih khusus pada materi-materi
pendidikan Islam klasik atau bisa disebut dengan pendidikan kitap
kuning.Program ini terinspirasi dari pesatren yang menerapkan asrama pada para
santrinya untuk mempelajari ilmu-ilmu agama Islam dan mempraktekkannya secara
langsung. Tujuan diasramakannya para santri agar mempermudah ustadz atau kyai
dalam memantau penerapan pendidikan Islam dipesantren
Istilah
pesantren berasal dari akar kata “pe-santri-an” atau tempat santri. Dengan kata
lain, istilah pesantren berasaldari kata santri, dengan awalan “pe” di depan
dan akhiran “an”. Berarti tempat tinggal santri. Menurut Karel A Steenbring
dalam bukunya Ahmad Mutohar bahwa yang dimaksud dengan pesantren adalah sekolah
tradisional Islam berasrama di Indonesia. Institusi pengajaran ini memfokuskan
pada pengajaran agama dengan menggunakan metode pengajaran tradisional dan
mempunyai aturan-aturan administrasi dan kurikulum pengajaran yang khas.[21]
b. Materi Pembelajaran
pada Jum’at Taqwa
1) Aqidah
Secara etimologis kata akidah merupakan
bentuk masdar dari aqada, ya’qidu, aqidata-aqdan, aqidatan, yang artinya
simpulan, ikatan dan sangkutan. Sedangkan secara terminologis akidah adalah
iman, kepercayaan, dan keyakinan.[22] Pokok dari keimanan
adalah beriman kepada Allah yang terpusat pada pengakuan terhadap eksistensi
dari yang Maha Esa. Keimanan kepada Allah inilah menduduki peringkat pertama
dan dari itu akan lahir kepada rukun iman yang lainnya. Kesemuanya berakar pada
iman kepada Allah.
a)
Iman kepada Allah SWT
Allah itu Zat yang Maha Mutlak dan segala
yang mengenai Tuhan disebut dengan keTuhanan. Sedangkan menurut akidah Islam,
konsepsi tentang KeTuhanan Yang Maha Esa disebut dengan Tauhid.
Manusia wajib mengimani Allah sebagai
Tuhan Yang Maha Esa, mengimani keesaan Allah, sifat-sifat-Nya Allah, dan
perbuatan-Nya Allah serta mengimani bahwa Allah lah yang patut disembah. Pokok
dari iman kepada Allah swt yaitu terkandung dalam kalimat “la illaha illallah”.[23]
b)
Iman kepada Malaikat
Malaikat merupakan
makhluk ghaib yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera manusia.[24] Malaikat makhluk Allah
yang taat dan patuh terhadap perintah Allah SWT., Beriman kepada malaikat
berarti percaya akan adanya malaikat yang selalu mengawasi kehidupan manusia.
Itulah sebabnya kenapa manusia wajib mengimani adanya makhluk Allah yang
bertugas untuk mengembangkan dan menumbuhkan rohani manusia.
c)
Iman kepada kitab Allah SWT
Beriman kepada kitab-kitab suci merupakan
rukun iman ketiga. Kitab suci ini memuat wahyu Allah. Kitab berasal dari kata
kerja kataba yang memiliki arti telah
menulis yang memuat wahyu Allah. Sedangkan wahyu berarti suara, bisikan,
isyarat.[25]Kitab-kitab
Allah ada empat yaitu kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud, Taurat
diturunkan kepada Nabi Musa, Injil diturunkan kepada Nabi Isa, dan yang
terakhir Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.[26]
d) Iman kepada Rasul
Iman kepada Rasul dan Nabi merupakan
rukun iman yang keempat. Dalam pengertian Rasul dan Nabi memiliki perbedaan,
Nabi merupakan utusan Allah yang diberi wahyu, namun tidak mempunyai kewajiban
untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada umat manusia. Sedangkan Rasul memiliki
arti utusan Allah yang menerima wahyu dan menyampaikannya kepada umat manusia.[27]
e)
Iman kepada hari akhir
Iman kepada hari akhir merupakan
kepercayaan bahwa di dunia ini tidak ada yang kekal kecuali Allah SWT., pada
hari akhir atau kiamat semua isi dunia ini akan hancur. Selanjutnya seluruh
umat manusia akan memasuki kehidupan alam akhirat.[28] Dan perbuatan manusia
akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah swt.
f)
Iman kepada Qadha dan Qadar
Qadha merupakan rencana Allah atas alam
dan semua makhluk-Nya. Sedangkan Qadar merupakan realisasi dari segala
perencanaan yang telah ditetapkan Allah.[29] Allah menetapkan qada dan
qadar semua makhluk-Nya yang tiada seorangpun mengetahuinya. Akan tetapi,
manusia dapat berusaha untuk mendapatkan takdir yang sebaiknya, karena Allah
Maha Adil sehingga Allah memberikan penghargaan bagi hamba-Nya yang berusaha memperbaiki
takdirnya.
2) Syariah
Secara etimologis syariah berarti jalan
yang harus ditempuh. Sedangkan secara terminologis syariah adalah sistem norma
hukum Ilahi yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia
dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan benda di dalam lingkungan
hidupnya.[30]
Syariah Islam diturunkan Allah kepada
manusia sebagai pedoman yang memberikan bimbingan dan pengarahan kepada manusia
agar mereka dapat melaksanakan tugas hidupnya dengan benar sesuai kehendak
Allah. Oleh karena itu, syariah berfungsi sebagai petunjuk dan arah pada
pencapaian tujuan manusia sebagai hamba Allah, dan membawa manusia pada
kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat.[31]
Didalam Islam, syari’at juga mendapat
istilah Ibadah yang memiliki memiliki arti penghambaan. Maksudnya yaitu
penghambaan diri kepada Allah sesuai dengan tuntunan-Nya. Ibadah dalam hal ini
dibagi menjadi dua yakni ibadah mahdhah dan ibadah ghoiru mahdhah. Ibadah
mahdah merupakan ibadah yang dilakukan secara langsung antara seorang hamba
dengan Allah SWT yang berkaitan dengan shalat, puasa, zakat, dan haji.
3) Akhlak
Akhlak
secara etimologis berasal dari kata khalaqa yang berasal dari kata khuluqun
yang artinya perangai, tabiat, adat atau khalqun yang artinya
kejadian, buatan, dan ciptaan.[32]
Adapun
ruang lingkup akhlak mencakup:
a)
Akhlak kepada Allah, hal ini dapat diartikan sebagai sikap atau
perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai makhluk kepada Tuhan
sebagai kholik.
b)
Akhlak kepada sesama manusia seperti menjalin persaudaraan,
silaturahmi, adil, baik sangka, menepati janji, dan lain-lain.
c)
Akhlak kepada lingkungan, yaitu segala sesuatu yang ada di sekitar
manusia, baik binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda tak bernyawa.
Akhlak kepada lingkungan ini direalisasikan dalam bentuk mencintai lingkungan,
memelihara lingkungan, dan lain-lain.
4.
Praktek
Program Jum’at Taqwa
a. Perencanaanprogram Jum’at Taqwa
Perencanaan
adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan
jalan dan sumber yang diperoleh untuk mencapai tujuan itu seefisien dan
seefektif mungkin. Perencanaan merupakan tindakan menetapkan terlebih dahulu
apa yang akan dikerjakan, bagaimana mengerjakan, apa harus dikerjakan dan siapa
yang akan mengerjakannya[33]
Sebelum manajer dapat mengorganisasi, mengarahkan atau mengawasi,
mereka harus membuat rencana-rencana yang memberikan tujuan dan arah
organisasi. Dalam perencanaan manajer apa, kapan, bagaimana, siapa dan dimana
melakukan sesuatu. Jadi yang dimaksud dengan perencanaan adalah memilih
sekumpulan kegiatan dan keputusan dan memutuskan selanjutnya apa yang harusdilakukan.
a. Menetapkan tujuan,
perencanaan dimulai dengan
keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok
kerja.
b. Merumuskan keadaan
saat ini, pemahaman akan kondisi saat ini
dari tujuan yang hendak dicapai atau sumber daya-sumber daya yang
tersedia untuk pecapaian tujuan adalah hal yang penting karena tujuan dan
rencana menyangkut waktu yang akan datang.
c. Mengidentifikasi
segala kemudahan dan hambatan, segala kekuatan dan kelemahan perlu
diidentifikasi untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan.
d. Mengembangkan
rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan, tahap terakhir dalam
proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai alternatif kegiatn untuk
pencapaian tujuan, penilaian alternatif tersebut dan pemiihan alternatif yang
terbaik diantara berbagai alternatif yang lain.
b. Pelaksanaan program
Jum’at Taqwa
Sesudah rencana dibuat, organisasi dibentuk dan disusun
personalianya, langkah berikutnya adalah menugaskan karyawan untuk bergerak
menuju tujuan yang telah ditentukan. Dalam hal ini, pemimpin organisasi harus
dapat memberikan pengarahan terhadap anggotanya, secara sederhana, adalah untuk
membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yang dinginkan dan harus
mereka lakukan.
Setelah menetapkan tujuan-tujuan dan menyusun
rencana-rencana maka selanjutnya adalah pengembangan organisasi yang akan melaksanakan
berbagai program tersebut secara sukses. Dalam pelaksanaan membutuhkan beberapa
hal yang menentukan keberhasilannya.[35]
1) Menentukan sumber
daya-sumber daya dan kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
2) Perancangan dan
pengembangan suatu kelompok dalam mencapai tujuan.
3) Penugasan tanggung
jawab tertentu
4) pendelegasian
wewenang kepada individu-individu dalam melaksanakan tugasnya.
Pada pelaksanaan juga diperlukan pengawasan yang bertujuan untuk
memastikan bahwa rencana yang telah ditetapkan dapat berjalan sesuai dengan apa
yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan pemimpin yang mempunyai kemampuan
untuk mengembangkan tipe organisasi yang sesuai dengan tujuan, rencana dan
program yang telah ditetapkan. Perbedaan tujuan akan membutuhkan jenis
organisasi yang berbeda.[36]
c. Evaluasi program Jum’at
Taqwa
Evaluasi
merupakan penilaian keseluruhan program pendidikan mulai perencanaan suatu
program substansi pendidikan termasuk kurikulum dan penilaian (asesmen) serta
pelaksanaannya, pengadaan dan peningkatan kemampuan pendidik, menajemen
pendidikan, dan reformasi pendidikan secara keseluruhan dalam sistem tersebut.[37]
Didalam
evaluasi terdapat pembuatan pertimbangan menurut suatu perangkat kriteria yang
disepakati dan dapat dipertanggung jawabkan. Ada tiga faktor penting dalam
konsep evaluasi yaitu: pertimbangan, deskripsi objek penilaian dan kriteria
yeng tertanggung jawab. Aspek keputusan itu yang membedakan evaluasi sebagai
suatu kegiatan dan konsep dari kegiatan dan konsep lainnya, seperti pengukuran.
Dalam hubungannya dengan manajemen pendidikan, tujuan evaluasi antara lain:[38]
1) Untuk memperoleh
dasar bagi pertimbangan akhir suatu periode kerja, apa yang telah dicapai, apa
yang belum dicapai dan apa apa yang perlu mendapat perhatian khusus.
2) Untuk menjamin cara
kerja yang efektif dan efisien yang membawa organisasi kepada penggunaan sumber
daya pendidikan (manusia/tenaga, sarana/prasarana, biaya) secara efisiensi
ekonomis.
3) Untuk memperoleh
fakta tentang kesulitan, hambatan, penyimpangan dilihat dari aspek tertentu
misalnya program tahunan, kemajuan belajar.
H.
METODOLOGI PENELITIAN
1.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, sedangkan
definisi dari kualitatif adalah sebuah langkah prosedur untuk mengetahui fenomena yang di alami oleh
subjek penelitian seperti perilaku, motivasi, persepsi dan lain-lain dalam
sudut pandang partisipan secara holistik.[39]
Istilah penelitian kualitatif kami maksudkan sebagai
jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik
atau bentuk hitungan lainnya.[40]Yang
dimaksud dengan partisipan adalah orang yang diobservasi, di wawancara dan
dimintai memberikan pendapat, pemikiran dan data yang diperlukan.
Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah penelitian
lapangan (Field Research) yang
mengharuskan penelitian dimulai dengan pengamatan tentang suatu masalah yang
berada dilapangan dalam suatu keadaan yang alamiah.[41]
Pendekatan ini diambil untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya di lapangan
tempat penelitian dalam pelaksanaan program Jum’at Taqwa pada Peserta Didik di
Madrasah Aliyah Yasrama.
2.
Lokasi Penelitian
Pada penelitian ini, lembaga yang diteliti adalah
Madrasah Aliyah Yasrama yang berada di Desa Baratan Patrang Jember. Alasan
penelitian dilakukan pada lembaga tersebut dikarenakan masih jarang sekolah
atau lembaga yang menerapkan program Jum’at Taqwa di kabupaten Jember, sehingga
Madrasah Aliyah Yasrama dijadikan percontohan oleh Bupati Jember sebagai
sekolah yang menerapkan program Jum’at Taqwa. Program ini tidak hanya bermanfaat
untuk mencetak Peserta Didik yang terlatih seperti halnya santri dalam hal
ibadah, kebersihan dll, akan tetapi siap di terjunkan ke masyarakat. Dan yang
terpenting dapat dipraktekkan oleh peserta didik dalam kehidupannya sehari-harinya.
3.
Subyek Penelitian
Pada penelitian ini subjek penelitian di
tentukan dengan purposive sampling.
Sedangkan definisi dari purposive
sampling adalah pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan
tertentu. Pertimbangan tersebut seperti orang yang dianggap paling tahu tentang
apa yang kita harapkan, atau mungkin dia sebagai seseorang yang berpengaruh
sehingga dapat memudahkan untuk memperoleh data dan menjelajahi sebuah situasi
sosial.[42]
Yang dijadikan subjek penelitian pada
penelitian ini adalah orang yang dianggap dapat membantu dalam mengumpulkan
informasi dan mempermudah untuk memahami keadaan pada saat penelitian.
Sedangkan informan tersebut terdiri dari:
a.
Ketua yayasan.
b.
Kepala sekolah.
c.
Guru.
d.
Staf .
e.
Murid.
4.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah
yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian
adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka
peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standart data yang
ditetapkan.[43]
Dalam hal ini hanya diperlukan sampel atau contoh
sebagai representatif objek penelitian. Oleh karena itu, persoalan penting
dalam pengumpulan data adalah bagaimana dapat dipastikan bahwa sampel yang
ditetapkan adalah representatif, setelah sampel ditentukan maka selanjutnya
bagaimana cara mendapatkan informasi.[44]
Prosedur pengumpulan data dirancang untuk
memberikan ketepatan bagi penelitian, demikian juga, prosedur tersebut
mempermudah pemecahan bias dan mengarahkan kita dalam menguji beberapa asumsi
kita yang mungkin mengakibatkan tidak relistisnya pemahaman tentang data[45]
a. Observasi
Observasi adalah teknik dalam proses
pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara sistematik terhadap
kejadian-kejadian, perilaku, obyek-obyek yang dilihat dan hal lain yang
diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang dilakukan, pada tahap awal
observasi peneliti mengumpulkan data atau informasi sebanyak mungkin, dan
kemudian peneliti melakukan observasi secara terfokus dengan mulai menyempitkan
data atau informasi yang perlukan sehingga peneliti dapat menemukan pola
perilaku dan hubungan yang terus menerus terjadi.
Dengan itu maka peneliti dapat menemukan
tema-tema yang akan di teliti, salah satu peranan pokok dalam melakukan
observasi ialah untuk menemukan interaksi yang kompleks dengan latar belakang
sosial yang alami.[46]
Ada beberapa macam jenis observasi yang
bisa dilakukan dalam melakukan penelitian,[47]
1. Observasi
partisipatif, dalam observasi ini, peneliti terlibat langsung dengan kegiatan
sehari-hari orang yang di amati atau yang digunakan sebagai sumber data
penelitian, sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang di
kerjakan
2. Observasi terus
terang atau tersamar
Dalam hal ini,
peneliti melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data,
bahwa ia sedang melakukan penelitian, jadi mereka yang diteliti mengetahui
sejak awal sampai akhir tentang aktifitas peneliti.
3. Observasi tak
berstruktur
Adalah observasi yang tidak dipersiapkan
secara sistematis tentang apa yang akan di observasi, hal ini dilakukan karena
peneliti tidak tahu pasti tentang apa yang akan di amati. Dalam melakukan
pengamatan peneliti tidak menggunakan instrumen yang telah baku, tetapi hanya
rambu-rambu pengamatan
b. Wawancara
Wawancara dalam sebuah penelitian bertujuan untuk
mengumpulkan keterangan tentang kehidupan manusia dalam suatu masyarakat serta
pendirian-pendirian tersebut merupakan suatu pembantu utama dari metode
observasi.[48]
Dalam wawancara dapat melakukan wawancara secara
berhadap-hadapan dengan partisipan, atau melalui telepon dan terlibat dalam
interfiew pada kelompok tertentu. Wawancara seperti ini memerlukan pertanyaan
yang tidak terstruktur dan bersifat terbuka yang dirancang untuk memunculkan
pandangan dari setiap partisipan[49]
Pada penelitian ini jenis wawancara yang dipakai
adalah wawancara tidak terstruktur, dikarenakan wawancara jenis ini membebaskan
kita dalam menentukan pertanyaan, sehingga mempermudah kita dalam mengajukan
pertanyaan.
1. Sejarah
berdirinya Madrasah Aliyah Yasrama
2. Sejarah program
Jum’at Taqwa
3. Kendala dalam
pelaksanaan program Jum’at Taqwa
c. Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang memiliki
arti barang-barang tertulis, dalam melakukan teknik dokumentasi maka peneliti
menyelidiki benda-benda yang berbentuk tulisan dan dokumen seperti arsip,
majalah, catatan harian, notulen rapat dan sebagainya.[50]
Adapun data yang akan didapat dalam teknik
dokumentasi adalah:
1. Denah Madarasah
Aliyah Yasrama
2. Struktur Madarasah Aliyah Yasrama
3. Data guru dan
peserta didik Madarasah Aliyah Yasrama
Foto-foto kegiatan program Jum’at Taqwa
5.
Analisis Data
Menurut Bogdan dalam bukunya Dr. Sugiono
analisis data adalah proses menyusun dan mencari secara sistematis data yang
didapatkan melalui catatan lapangan, hasil wawancara, dan bahan lainnya, hingga
dapat dipahami dan hal yang ditemukan
dapat diinformasikan kepada orang lain.[51]
Sedangkan menurut Dr. Sugiyono analisis
data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang didapat
dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, dengan cara
mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit,
memilih mana yang penting dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh
diri sendiri dan orang lain.
Pada penelitian ini analisis yang
digunakan adalah model Miles dan Huberman yang menggunakan data reduction, data display dan conclusion.
1. Data reduction.
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya banyak,
untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah
dikemukakan, semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data yang akan
semakin banyak, kompleks dam rumit. Untuk itu perlu diadakan analisis data
dengan reduksi data. Reduksi memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal
penting, dicari tema dan polanya, dengan demikian data yang telah direduksi
akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk
melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencari bila diperlukan.[52]
Reduksi data merupakan proses berfikir sensitif yang
memerlukan kecerdasan dan keluasan serta kedalaman wawasan yang tinggi. Bagi
peneliti yang masih baru, dalam melakukan reduksi data dapat mendiskusikan pada
teman atau orang lain yang dipandang ahli, sehingga dapat mereduksi data yang
memiliki nilai temuan dan pengembangan teori yang seignifikan.[53]
2. Data display.
Setelah data
direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Kalau dalam
penelitian kualitatif penyajian data ini dapat dilakukan dalam bentuk tabel,
grapik, phie chard dan sebagainya. Dengan penyajian data tersebut, maka data
terorganisirkan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah
dipahami.
3. Verification
Langkah ketiga adalah
penarikan kesimpulandan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih
bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan pada bukti-bukti yang
kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi bila
kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang
valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka
kesimpilan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.[54]
Analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah model Miles dan Huberman. [55] yaituData Reduction(Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data) dan Conclusion Drawing/Verification (Kesimpulan)
:
a. Data Reduction(Reduksi Data),
berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang
penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi
akan memberikan gambara yang lebih jelas dan mempermudah peneliti dalam
pengumpulan data selanjutnya.
b. Data Display (Penyajian
Data), setelah data direduksi maka selanjutnya adalah mendisplaykan data, dalam
penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian
singkat, bagan hubungan antar kategori dan sejenisnya,
c. Conclusion Drawing/Verification (Kesimpulan).
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan
verifikasi, dengan demikian kesmpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat
menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal tetapi mungkin juga tidak.
6.
Keabsahan Data
Triangulasi dalam pengujian kredibilitas dapat
didifinisikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai
cara, dan berbagai waktu. Sedangkan triangulasi dibagi menjadi tiga tetapi yang
dipakai pada penelitian ini adalah menggunakan triangulasi sumber dan
triangulasi teknik karena sudang dianggap telah cukup untuk menguji keabsahan
data yaitu:
1. Triangulasi
sumber
Yang dimaksud dengan triangulasi waktu
adalah pengecekan data yang diperoleh dengan menggunakan beberapa sumber. Data
yang telah dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya selanjutnya dimintakan
kesepakatan dengan sumber data tersebut.
2. Triangulasi
teknik
Triangulasi
teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data
kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Bila dengan tiga teknik
pengujian kredibilitas data menghasilkan data yang berbeda-beda, maka peneliti
melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan atau yang
lain, untuk memastikan data yang mana yang dianggap benar. Atau mungkin
semuanya benar, karena sudut pandangnya berbeda-beda.[56]
7.
Tahap-tahap Penelitian
Penelitian kualitatif tidak terlepas dari
tahap-tahap penelitian yang harus diikuti. Menurut Moh. Kasiran tahap
penelitian dibagi 2 yaitu:
1. Tahap pra
lapangan
Tahap pra lapangan adalah tahap di mana ditetapkan
apa saja yang harus dilakukan sebelum seorang peneliti masuk ke lapangan objek
studi, hal ini untuk mengecek kesiapan dalam melakukan penelitian. Persiapan
yang perlu dilakukan adalah:
a. Menyusun
rancangan penelitian
b. Memilih
lapangan penelitian
c. Mengurus
perijinan
d. Menjajaki dan
menilai keadaan lapangan
e. Memilih dan
memanfaatkan informan
f. Menyiapkan
perlengkapan penelitian
g. Persoalan etika
penelitian
2. Tahap pekerjaan
lapangan
Setelah pekerjaan pralapangan dianggap cukup, maka
peneliti bersiap-siap untuk masuk ke lokasi penelitian dengan membawa
perbekalan yang disiapkan sebelumnya. Pada tahap ini yang perlu disiapkan
adalah:
a. Memahami latar
penelitian dan persiapan diri
b. Memasuki
lapangan
c. Berperan serta
dalam mengumpulkan data
d. Tahap analisis
data[57]
Sedangkan menurut Bogdan dalam bukunya Lexy J Moleong
bahwa tahap analisis disendirikan. Jadi tahap-tahap penelitian dibagi menjadi 3
yaitu:
1. Tahap pra
lapangan
2. Tahap pekerjaan
lapangan
3. Tahap analisis
data
8.
Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan berisi
tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan
hingga bab penutup.[58]Untuk
mempermudah dalam pemahaman isi, maka peneliti disini menguraikan bab-bab agar
memberikan kemudahan, pemahaman dalam pembahasan ini. Sistematikanya adalah
sebagai berikut :
BAB pertama, merupakan bagian pendahuluan yang meliputi latar belakang
masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi
istilah dan sistematika pembahasan.
BABkedua, kajian kepustakaan, yang terdiri dari penelitian terdahulu,
dan kejian teori tentang Laboratorium
BAB ketiga, merupakan bab yang membahas tentang metode penelitian yang
terdiri dari, pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subyek
penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data dan
tahap-tahap penelitian.
BAB keempat, merupakan bab yang membahas tentang penyajian data dan
analisis yang terdiri dari gambaran obyek penelitian, penyajian data dan
analisis serta pembahasan temuan.
BAB kelima, merupakan bab tentang penutup yang terdiri dari kesimpulan
dan sran-saran. Fungsi bab ini adalah memperoleh suatu gambaran dari hasil
penelitian berupa kesimpulan. Sedangkan saran-saran dapat membantu saran yang
bersifat konstruktif yang terkait dengan penelitian.
DAFTAR
PUSTAKA
[1] Sri
Minarti, Ilmu Pendidikan Islam Fakta
Teoritis- Filosofis dan Aplikatif- Normatif (Jakarta: Bumi Aksara, 2013),
38.
[2] Mohammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam (Jakarta: RajaGraFrafindo Persada, 2010) 345
[3] Ilyas yuhanar, Kuliah
Akhlaq(yogyakarta:pustaka pelajar offset,1999)ix
[4] Sauri sofyan, mata
kuliah pengembangan kepribadian PAI(bandung:ALFABETA,2008)117
[5]Mustajab, Masa
Depan Pesantren(Yogyakarta: lkis Yogyakarta, 2015),38.
[6] Husnan
Riayatul, Kepemimpinan Kyai (Mangli Jember: Stain Jember Press, 2013),53.
[7] Ali, Pendidikan
Agama, 29.
[8] Alim, Pendidikan
Agama Islam, 151.
[9] Abu Ahmadi dan Noor Salimi, Dasar-Dasar Pendidikan Agama Islam
(Jakarta: Bumi Aksara, 2008), 198.
[10] Al-Qur’an: 02, 177
[11]Ibid., 210
[12] Muhammad Alim, Pendidikan Agama Islam: Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian
Muslim (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006) 152
[13] Al-Qur’an: 02, 165.
[14] Ibid,
28
[15]
Al-qur’an : 51,56.
[16] Yunahar Ilyas, Kuliah Akhlak (Yogyakarta: LPPI UMY, 2011) 25.
[17] Umiarso dan Haris Fathoni Makmur, Pendidikan Islam dan Moralisme Masyarakat Modern
(Yogyakarta: DivaPress, 2010) 112
[18]
Djumransjah dan Abdul malik karim amrullah, pendidikan
Islam(malang:UIN-malang press,2007)28
[19] Muhammad Alim, Pendidikan Agama Islam: 158
[20]
Abdurrahman saleh abdullah,teori-teori
pendidikan berdasarkan Al-qur’an(jakarta:Rineka cipta,2007)189.
[22] Muniron, dkk, Studi Islam di Perguruan
Tinggi, (Jember: STAIN Jember Press,
2010), 45.
[23] Mahfud, Al-Islam
Pendidikan Agama, 12.
[24] Daud Ali, Pendidikan
Agama, 209.
[25] Ibid., 213.
[26] Mahfud, Al-Islam
Pendidikan Agama, 17.
[27] Ibid., 221
[28] Aminuddin, Membangun
Karakter dan kepribadian, 62.
[29] Sofyan Sauri, Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pendidikan Agama Islam
(Bandung: Afabeta, 2004), 58.
[30] Ibid, 45.
[31] Muhammad Alim, Pendidikan Agama Islam Upaya Pembentukan
Pemikiran dan Kepribadian Musli, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006),
148.
[32] Abu Ahmadi dan Noor Salimi, Dasar-dasar
Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), 198.
[33]Nanang Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan
(Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008) 49
[34] Hani Handoko, Manajemen (Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2009)77
[35]Hani Handoko, Manajemen: 24
[36] Ibid: 25
[37] Moh. Sahlan, Evaluasi Pembelajaran, Panduan Praktik Bagi Pendidik dan Calon Pendidik
(Jember: STAIN Press: 2013) 8
[38]Nanang Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan,
107
[39] Lexy J Moleong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2010 ), 6.
[40]Anselm &
juliet, dasar-dasar penelitian kualitatif(yogyakarta:
pustaka pelajar,3013),4
[42] Sugiyono, Metode Penelitian
Kombinasi(Mixed Methods), (Bandung: Alfabeta, 2014) 301.
[43]Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung :
Alfabeta, 2014), 224
[44] Burhan bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif
(Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2010) 77.
[45] Anselm Strauss & Juliet
Corbin, Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif
(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013)
36.
[46] Jonathan Sarwono, Metode Penelitian Kuantitatif dan
Kualitatif, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006), 224
[47]Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. 226
[48] Burhan bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif: 100.
[49] Jonh W. Creswell, Research Desaign, Pendekatan Kualitatif,
Kuantitatif, Dan Mixed (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010) 267
[50] Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis
(Jakarta: Rineka Cipta, 2010) 198.
[51] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, 332.
[52] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, 247
[53] Sugiyono, Metode Penelitian
Kombinasi, 337
[54] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif & RnD, 246.
[55] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. 246
[56] Sugiyono, Metode Penelitian
Kombinasi, 371
[57] Moh. Kasiran, Metodologi Penelitian Kualitatif-Kuantitatif (Malang: UIN Malik Press, 2010) 281
[58] Tim Penyusun
IAIN JEMBER, Pedoman penulisan karya
ilmiah IAIN Jember, 48.
No comments:
Post a Comment